MODUL I
Animasi Text
A.
TUJUAN
Pada modul 1, akan membuat animasi sederhana yang berbasis
animasi teks, dengan tujuan :
·
Dapat membuat animasi teks dasar dengan flash
·
Dapat membuat animasi teks dari gabungan animasi
dasar dalam flash
·
Dapat membuat animasi teks dengan background animasi grafis.
B.
TEORI
1. Sejarah Animasi
Pada abad 19 kata orang adalah abad ilmu
pengetahuan. Banyak penemuan antara lain dalam ilmu fisika dan optik. Pada
tahun 1824 Peter Mark Reget meneliti tentang kemampuan mata menangkap gerak
atau disebut dengan Persistence of
vision. Persistence of vision ini menjadi dasar kemampuan mata manusia
menangkap gambar. Disebutkan oleh Peter Mark Reget bahwa mata sehat mampu
melihat 9 kedipan yang beruntun secara berurutan. Kalau berada dalam ruangan
yang diterangi oleh lampu neon itu
sebenarnya berkedip. Dapat dibuktikan dengan menggerakkan tangan didepan lampu
neon, dimana yang akan terjadi pasti tangan seolah begetar ini efek yang
ditimbulkan oleh kedipan lampu neon padahal kalau diperhatikan lampu neon itu melotot terus karena mata tidak
mampu untuk melihat kedipannya.
Pada tahun 1825 John A. Paris seorang fisikawan Inggris
terkemuka menciptakan mainan yang diberi nama Thaumatrop. Thaumatrop terbuat
dari disk yang bergambar berbeda dari masing-masing permukaan sisinya. Bila
permukaan disk itu berputar kedua gambar itu akan menyatu. Dapat dibuktikan
dengan menggunakan CD yang sudah tidak dipakai ditempeli gambar burung disatu
sisi dan disisi satunya lagi dikasih gambar sangkarnya, lalu beri benang di
ujung yang berlawanan trus diputar tarik.
Kemudian
pada tahun 1832 seorang ahli sains Belgia Joseph Plateu menciptakan Penakistiscope, yaitu sebuah cakram yang
di seputarnya dibuat gambar-gambar yang menggambarkan gerak, serta
lobang-lobang yang dibuat secara teratur untuk mengintip. Dengan memutar cakram
didepan cermin sambil mengintipnya dari lubang-lubang tersebut, akan melihat
gambar yang bergerak. Mulai dari Penakistiscope
inilah awalnya para calon animator mengawali belajar membuat animasi hingga
saat ini.
2.
Animasi
Kata
animasi diambil dari kata animation; to animate, dan apabila dilihat dalam
kamus bahasa inggris–indonesia artinya kurang lebih adalah hidup atau
menghidupkan, apa yang hidup atau dihidupkan itu, hampir segala macam benda
atau obyek mati yang ada dibumi. Jadi kurang lebih difinisinya adalah
menghidupkan segala macam benda
atau obyek mati
sehingga seolah-olah terlihat hidup bila dinikmati. Arti menghidupkan disini bukan berarti memberi
nyawa yang merupakan hak Tuhan, tapi animasi itu adalah ilusi sebuah kehidupan
walaupun sekarang ini pengertian animasi telah melebar hingga memiliki
pengertian segala sesuatu yang mempunyai elemen gerak, namun sekali lagi elemen
gerak animasi adalah ilusi.
3.
Animasi Teks
Animasi teks merupakan salah
satu bagian animasi yang dapat diimplementasikan untuk menambahkan efek animasi
dan mempercantik tampilan yang akan dikembangkan. Dengan memberikan sedikit
sentuhan animasi pada teks, akan dapat meningkatkan “atensi” user terhadap teks yang dibuat.
4.
Macromedia
flash
Macromedia flash adalah sebuah tool yang dapat digunakan untuk membuat
berbagai macam animasi, presentasi, game bahkan perangkat ajar. Selain
itu Flash MX ini dapat digunakan sebagai tool
untuk mendesain web, dan berbagai aplikasi multimedia lainnya.
C.
PRAKTEK
1. Animasi Teks Hilang Timbul
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi sederhana, berupa animasi
teks hilang timbul, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Buatlah sebuah
file dokumen flash yang baru, dengan
ukuran 620 x 100 pixel, warna background seting menjadi kuning.

2.
Tambahkan 1 buah layer, sehingga akan ada 2 layer
yaitu layer 1 dan layer 2, dengan setingan yang sama,
dengan perintah : Insert -> Timeline
-> Layer.

3.
Ganti
nama layer 1 dengan akakom1 dan layer 2 dengan akakom2, dengan cara klik
2 kali layer 1 dan layer 2 lalu ganti namanya.

4.
Pada layer akakom1, klik frame 1, kemudian
klik Text Tool ( ).

5.
Untuk
membuat sebuah teks pada layer akakom1,
klik pada layer akakom 1 dimana
bagian depan teks yang akan ditulis dimulai, dengan setingan seperti dibawah
ini.

6.
Kemudian,
tempatkan text tool pada layer akakom 1, dan drag sesuai dengan ukuran teks yang akan digunakan, kemudian
ketikkan “STMIK AKAKOM YOGYAKARTA”.

7. Kemudian
konversi teks tersebut menjadi simbol (convert to symbol = F8), dengan
cara klik kanan pada teks, lalu pilih menu Convert to Symbol.

8.
Pada kotak dialog Convert
to Symbol, pilih
opsinya menjadi Graphic dan namakan
dengan teks1, lalu klik OK.

9.
Pada layer akakom 1, klik kanan pada frame ke 40, pilih Insert Key Frame,
untuk membuat sebuah key frame pada frame ke 40, lalu lakukan hal sama pada frame ke 10 dan 25.

10.
Rencana
animasi teks yang akan dibuat adalah : teks “STMIK AKAKOM YOGYAKARTA“ awalnya tidak
tampak, kemudian muncul dan setelah itu hilang lagi.
11. Klik frame
1 pada layer teks 1, kemudian klik
tulisan teks yang telah dikonversi menjadi graphic
tadi, lalu pilih properti color, seting nilai alpha-nya menjadi 0%.

12. Lakukan langkah yang sama (langkah 11) pada
frame 40.
13.
Klik kanan pada frame 3, 10 dan 25, pilih Create
Motion Tween.

14. Kemudian membuat sebuah teks pada layer akakom 2, klik pada layer akakom 2 dimana bagian depan teks
yang akan ditulis dimulai, dengan setingan seperti dibawah ini.

15. Lalu drag, frame 1 ke frame 41.
16. Kemudian,
tempatkan text tool pada layer akakom 2, dan drag sesuai dengan ukuran teks yang akan digunakan, kemudian
ketikkan “KAMPUS ORANG BERPRESTASI”.

17. Kemudian
konversi teks tersebut menjadi simbol (convert to symbol = F8),
dengan cara klik kanan pada teks, lalu pilih menu Convert to Symbol, seperti pada
langkah 7 dan 8.
18. Pada layer akakom 2, klik kanan pada frame ke 90, pilih Insert Key Frame,
untuk membuat sebuah key frame pada frame ke 90, lalu lakukan hal sama pada frame ke 55 dan 75.

19. Rencana
animasi teks yang akan dibuat adalah : teks “KAMPUS ORANG BERPRESTASI“ awalnya
tidak tampak, kemudian muncul lalu hilang lagi.
20.
Klik frame
1 pada layer teks 2, kemudian klik
tulisan teks yang telah dikonversi menjadi graphic
tadi, lalu pilih properti color, seting nilai alpha-nya menjadi 0%.

21. Lakukan langkah yang sama (langkah 20) pada
frame 90.
22. Klik kanan
pada frame 42, 55 dan 75, pilih Create Motion Tween.
23. Jalankan
dengan klik menu Control->Play.
24. Bila ingin
memperoleh waktu animasi yang lebih panjang, dapat diatur durasinya.
2.
Animasi Teks Muncul Satu Persatu
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi teks, berupa animasi teks yang
memperlihatkan tulisan teks satu persatu sesuai dengan bagian teks yang dipecah
dan kemudian akan hilang kembali, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Membuat sebuah
file dokumen flash yang baru, dengan
ukuran 360 x 50 pixel, warna background seting menjadi biru.

2.
Ubah layer 1
namanya menjadi animasi teks.
3.
Klik icon Text
Tool, dan seting teks seperti dibawah ini :

4.
Kemudian tempatkan sebuah teks : STMIK Akakom Yes..!

5.
Lalu
pisahkan masing–masing karakter dari STMIK Akakom Yes..! dengan menggunakan break
apart,
yang dapat dilakukan dengan mengklik menu modify -> break apart, sehingga hasilnya akan terlihat seperti
dibawah ini :

6. Berikutnya
masing-masing karakter diditribusikan menjadi layer terpisah dengan mengklik menu Modify -> Timeline
-> Ditribute to Layer.

7. Selanjutnya akan mengatur urutan munculnya
karakter satu persatu, dengan jarak muncul masing-masing karakter adalah 3 frame, maka masing-masing karakter diatur
posisinya pada frame dan layer masing-masing.
Pertama karakter S dibiarkan berada pada frame
1, karakter T digeser ke frame 4 (drag ke frame 4), karakter M digeser ke frame
7 (drag ke frame 7)demikian seterusnya, maka masing-masing karakter digeser
per 3 frame pada masing-masing
layernya secara berurutan.

8.
Selanjutnya pada layer S, klik kanan pada frame
61.
9. Lalu pilih menu Insert Frame, lalu diatur urutan hilangnya karakter
satu persatu, dengan jarak hilang masing-masing karakter adalah 3 frame, maka masing-masing karakter diatur
posisinya pada frame dan layer masing-masing. Misalnya karakter S
dibiarkan insert frame pada frame
61 (langkah 8), karakter T di-insert frame pada frame 64, karakter M di-insert
frame pada frame 67 dan seterusnya, sehingga masing-masing karakter di-insert frame per 3 frame pada masing-masing
layer-nya secara berurutan.

10. Jalankan
dengan klik menu Control->Play.
3.
Animasi Teks dengan Time Line Effect
Pada praktikum ini, akan
membuat sebuah animasi teks menggunakan fasilitas time line effect yang ada pada flash,
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Membuat
sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 375 x 50 pixel, warna background seting menjadi coklat.

2. Tuliskan
teks : Laboratorium Terpadu.

3. Dengan
menggunakan icon Selection Tool ,
klik pada teks.
4. Lalu
klik menu Insert->Timeline Effect->Effect->Blur (mengabur), kemudian seting parameter blur yang
tersedia, seperti terlihat pada gambar berikut.

5.
Selain efek Blur (mengabur, masih ada efek yang
lain yaitu : efek Drop Shadow (membayang), efek Ekspand (mebesar) dan efek Explode
(Berserakan).
D.
LATIHAN
Buatlah animasi teks
menggunakan cara yang sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah Anda
lakukan, lalu tuliskan langkah-langkahnya.
E.
TUGAS
Buatlah animasi teks
menggunakan cara yang tidak sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah
Anda lakukan, lalu tuliskan apa yang ingin anda kerjakan dan
langkah-langkahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar