Selasa, 05 September 2017

Latihan adobe flash pemula

MODUL II
ANIMASI TWEENED 1

A.    TUJUAN
Pada modul 2, akan membuat animasi dengan teknik tweened, dengan tujuan :
·         Dapat membuat animasi gerak dengan flash.
·         Dapat membuat animasi putar dengan flash.
·         Dapat membuat animasi skala dengan flash.
B.     TEORI
Tweened animation merupakan suatu animasi yang memanfaatkan fasilitas motion dari flash. Biasanya objek yang telah di tween pada timeline akan terlihat tanda panah. Tweened animatio, sangat mudah untuk diimplementasikan, dengan flash dapat diprediksi (dengan parameter yang dimasukan) bagaimana isi dari frame di antara kedua keyframe yang ditentukan.
Secara garis besar terdapat dua jenis, yakni motion, dan shape. Animasi motion tween digunakan untuk membuat animasi objek bergerak (dari posisi satu ke posisi lain), animasi objek berputar dan animasi objek mengubah ukuran (skala). Animasi motion tween merupakan animasi yang paling dasar karena animasi ini pada prinsipnya adalah pergerakan suatu objek (motion), seperti halnya definisi animasi yaitu teks/gambar yang bergerak.

C.    PRAKTEK
1.      Animasi Gerak
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi gerak, berupa sebuah objek gambar, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Buatlah sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 600 x 300 pixel, warna background seting menjadi coklat.
2.      Tambahkan sebuah objek gambar, dengan cara klik : File->Import->Import to Stage, maka akan muncul kotak dialog import yang digunakan untuk mencari file gambar yang akan di-import (misalnya : funny.jpg).
3.      Pilih file gambar yang akan di-import, lalu klik Open, sehingga file gambarnya akan berada di layer 1.

4.      Pilih objek gambar dengan menggunakan Selection Tool, lalu klik kanan pada frame 25, kemudian pilih menu Insert Keyframe, setelah itu geser posisi gambar ke posisi terakhir gambar akan berhenti (misalnya dipojok kanan atas).


5.      Kemudian klik pada frame 1 dan ubahlah isian pilihan Tween menjadi Motion pada jendela Properties.

6.      Setelah melakukan langkah ke-5 diatas maka tampilan Timeline menjadi seperti gambar dibawah ini :
7.      Pilih lagi objek gambar dengan menggunakan Selection Tool, lalu klik kanan pada frame 50, kemudian pilih menu Insert Keyframe, setelah itu geser posisi gambar ke posisi terakhir gambar akan berhenti (misalnya dipojok kanan bawah).
8.      Kemudian klik pada frame 25 dan ubahlah isian pilihan Tween menjadi Motion pada jendela Properties.


9.      Setelah melakukan langkah ke-8 diatas maka tampilan Timeline menjadi seperti gambar dibawah ini :
10.  Jalankan dengan klik menu Control->Play.
2.      Animasi Putar
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi puter, berupa sebuah objek gambar, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Buatlah sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 200 x 200 pixel, warna background seting menjadi coklat.


2.      Tambahkan sebuah objek gambar, dengan cara klik : File->Import->Import to Stage, maka akan muncul kotak dialog import yang digunakan untuk mencari file gambar yang akan di-import (misalnya : funny.jpg).
3.      Pilih file gambar yang akan di-import, lalu klik Open, sehingga file gambarnya akan berada di layer 1.

4.      Pilih objek gambar dengan menggunakan Selection Tool, lalu klik kanan pada frame 25, kemudian pilih menu Insert Keyframe.
5.      Kemudian klik pada frame 1 dan ubahlah isian pilihan Tween menjadi Motion, lalu pada pilihan Rotate pilih salah satu pilihan misalnya CW digunakan untuk memutar objek searah jarum jam, sedangkan CCW digunakan untuk memutar objek berlawanan arah jarum jam,  pada jendela Properties.

6.      Setelah melakukan langkah ke-5 diatas maka tampilan Timeline menjadi seperti gambar dibawah ini :
7.      Jalankan dengan klik menu Control->Play.
3.      Animasi Skala
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi skala, berupa sebuah objek gambar, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Buatlah sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 400 x 400 pixel, warna background seting menjadi coklat.



















2.      Tambahkan sebuah objek gambar, dengan cara klik : File->Import->Import to Stage, maka akan muncul kotak dialog import yang digunakan untuk mencari file gambar yang akan di-import (misalnya : funny.jpg).
3.      Pilih file gambar yang akan di-import, lalu klik Open, sehingga file gambarnya akan berada di layer 1, lalu letakkan gambar ditengah-tengah layer.

4.           Pilih objek gambar dengan menggunakan Selection Tool, lalu klik kanan pada frame 30, kemudian pilih menu Insert Keyframe.




5.      Kemudian klik pada frame 1 dan ubahlah isian pilihan Tween menjadi Motion.


6.      Setelah melakukan langkah ke-5 diatas maka tampilan Timeline menjadi seperti gambar dibawah ini :
7.      Klik frame 30, lalu pilih gambarnya dan perbesar ukuran gambarnya dengan mengisi nilai W (width) : 400 dan H (high): 400, pada jendela Properties.

8.      Jalankan dengan klik menu Control->Play.
D.    LATIHAN
Buatlah animasi menggunakan cara yang sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah Anda lakukan dan tambahkan minimal 1 variasi yang lain, lalu tuliskan langkah-langkahnya.
E.     TUGAS

Buatlah animasi menggunakan cara yang tidak sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah Anda lakukan, lalu tuliskan apa yang ingin anda kerjakan dan langkah-langkahnya.

latihan adobe flash pemula

MODUL I
Animasi Text

A.    TUJUAN
Pada modul 1, akan membuat animasi sederhana yang berbasis animasi teks, dengan tujuan :
·         Dapat membuat animasi teks dasar dengan flash
·         Dapat membuat animasi teks dari gabungan animasi dasar dalam flash
·         Dapat membuat animasi teks dengan background animasi grafis.
B.     TEORI
1.      Sejarah Animasi
Pada abad 19 kata orang adalah abad ilmu pengetahuan. Banyak penemuan antara lain dalam ilmu fisika dan optik. Pada tahun 1824 Peter Mark Reget meneliti tentang kemampuan mata menangkap gerak atau disebut dengan Persistence of vision. Persistence of vision ini menjadi dasar kemampuan mata manusia menangkap gambar. Disebutkan oleh Peter Mark Reget bahwa mata sehat mampu melihat 9 kedipan yang beruntun secara berurutan. Kalau berada dalam ruangan yang diterangi oleh lampu neon itu sebenarnya berkedip. Dapat dibuktikan dengan menggerakkan tangan didepan lampu neon, dimana yang akan terjadi pasti tangan seolah begetar ini efek yang ditimbulkan oleh kedipan lampu neon padahal kalau diperhatikan lampu neon itu melotot terus karena mata tidak mampu untuk melihat kedipannya.
Pada tahun 1825 John A. Paris seorang fisikawan Inggris terkemuka menciptakan mainan yang diberi nama Thaumatrop. Thaumatrop terbuat dari disk yang bergambar berbeda dari masing-masing permukaan sisinya. Bila permukaan disk itu berputar kedua gambar itu akan menyatu. Dapat dibuktikan dengan menggunakan CD yang sudah tidak dipakai ditempeli gambar burung disatu sisi dan disisi satunya lagi dikasih gambar sangkarnya, lalu beri benang di ujung yang berlawanan trus diputar tarik.
            Kemudian pada tahun 1832 seorang ahli sains Belgia Joseph Plateu menciptakan Penakistiscope, yaitu sebuah cakram yang di seputarnya dibuat gambar-gambar yang menggambarkan gerak, serta lobang-lobang yang dibuat secara teratur untuk mengintip. Dengan memutar cakram didepan cermin sambil mengintipnya dari lubang-lubang tersebut, akan melihat gambar yang bergerak. Mulai dari Penakistiscope inilah awalnya para calon animator mengawali belajar membuat animasi hingga saat ini.
2.      Animasi
Kata animasi diambil dari kata animation; to animate, dan apabila dilihat dalam kamus bahasa inggris–indonesia artinya kurang lebih adalah hidup atau menghidupkan, apa yang hidup atau dihidupkan itu, hampir segala macam benda atau obyek mati yang ada dibumi. Jadi kurang lebih difinisinya adalah menghidupkan segala macam benda


atau obyek mati sehingga seolah-olah terlihat hidup bila dinikmati. Arti menghidupkan disini bukan berarti memberi nyawa yang merupakan hak Tuhan, tapi animasi itu adalah ilusi sebuah kehidupan walaupun sekarang ini pengertian animasi telah melebar hingga memiliki pengertian segala sesuatu yang mempunyai elemen gerak, namun sekali lagi elemen gerak animasi adalah ilusi.
3.      Animasi Teks
Animasi teks merupakan salah satu bagian animasi yang dapat diimplementasikan untuk menambahkan efek animasi dan mempercantik tampilan yang akan dikembangkan. Dengan memberikan sedikit sentuhan animasi pada teks, akan dapat meningkatkan “atensi” user terhadap teks yang dibuat.
4.      Macromedia flash
Macromedia flash adalah sebuah tool yang dapat digunakan untuk membuat berbagai macam animasi, presentasi, game bahkan perangkat ajar. Selain itu Flash MX ini dapat digunakan sebagai tool untuk mendesain web, dan berbagai aplikasi multimedia lainnya.
C.    PRAKTEK
1.      Animasi Teks Hilang Timbul
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi sederhana, berupa animasi teks hilang timbul, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Buatlah sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 620 x 100 pixel, warna background seting menjadi kuning.


2.           Tambahkan 1 buah layer, sehingga akan ada 2 layer yaitu layer 1 dan layer 2, dengan setingan yang sama, dengan perintah : Insert -> Timeline -> Layer.
3.       Ganti nama layer 1 dengan akakom1 dan layer 2 dengan akakom2, dengan cara klik 2 kali layer 1 dan layer 2 lalu ganti namanya.
4.      Pada layer akakom1, klik frame 1, kemudian klik Text Tool ( ).



5.      Untuk membuat sebuah teks pada layer akakom1, klik pada layer akakom 1 dimana bagian depan teks yang akan ditulis dimulai, dengan setingan seperti dibawah ini.
6.      Kemudian, tempatkan text tool pada layer akakom 1, dan drag sesuai dengan ukuran teks yang akan digunakan, kemudian ketikkan “STMIK AKAKOM YOGYAKARTA”.
7.      Kemudian konversi teks tersebut menjadi simbol (convert to symbol = F8), dengan cara klik kanan pada teks, lalu pilih menu Convert to Symbol.









8.      Pada kotak dialog Convert to Symbol, pilih opsinya menjadi Graphic dan namakan dengan teks1, lalu klik OK.
9.      Pada layer akakom 1, klik kanan pada frame ke 40, pilih Insert Key Frame, untuk membuat sebuah key frame pada frame ke 40, lalu lakukan hal sama pada frame ke 10 dan 25.
10.  Rencana animasi teks yang akan dibuat adalah : teks “STMIK AKAKOM YOGYAKARTA“ awalnya tidak tampak, kemudian muncul dan setelah itu hilang lagi.
11.  Klik frame 1 pada layer teks 1, kemudian klik tulisan teks yang telah dikonversi menjadi graphic tadi, lalu pilih properti color, seting nilai alpha-nya menjadi 0%.
12.  Lakukan langkah yang sama (langkah 11) pada frame 40.
13.  Klik kanan pada frame 3, 10 dan 25, pilih Create Motion Tween.
14.  Kemudian membuat sebuah teks pada layer akakom 2, klik pada layer akakom 2 dimana bagian depan teks yang akan ditulis dimulai, dengan setingan seperti dibawah ini.

15.  Lalu drag, frame 1 ke frame 41.


16.    Kemudian, tempatkan text tool pada layer akakom 2, dan drag sesuai dengan ukuran teks yang akan digunakan, kemudian ketikkan “KAMPUS ORANG BERPRESTASI”.
17.  Kemudian konversi teks tersebut menjadi simbol (convert to symbol = F8), dengan cara klik kanan pada teks, lalu pilih menu Convert to Symbol, seperti pada langkah 7 dan 8.
18.  Pada layer akakom 2, klik kanan pada frame ke 90, pilih Insert Key Frame, untuk membuat sebuah key frame pada frame ke 90, lalu lakukan hal sama pada frame ke 55 dan 75.
19.  Rencana animasi teks yang akan dibuat adalah : teks “KAMPUS ORANG BERPRESTASI“ awalnya tidak tampak, kemudian muncul lalu hilang lagi.
20.  Klik frame 1 pada layer teks 2, kemudian klik tulisan teks yang telah dikonversi menjadi graphic tadi, lalu pilih properti color, seting nilai alpha-nya menjadi 0%.
21.  Lakukan langkah yang sama (langkah 20) pada frame 90.
22.  Klik kanan pada frame 42, 55 dan 75, pilih Create Motion Tween.
23.  Jalankan dengan klik menu Control->Play.
24.  Bila ingin memperoleh waktu animasi yang lebih panjang, dapat diatur durasinya.


2.      Animasi Teks Muncul Satu Persatu
Pada praktikum ini akan membuat sebuah animasi teks, berupa animasi teks yang memperlihatkan tulisan teks satu persatu sesuai dengan bagian teks yang dipecah dan kemudian akan hilang kembali, dengan langkah-langkah sebagai berikut :



1.      Membuat sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 360 x 50 pixel, warna background seting menjadi biru.
2.      Ubah layer 1 namanya menjadi animasi teks.
3.      Klik icon Text Tool, dan seting teks seperti dibawah ini :
4.      Kemudian tempatkan sebuah teks : STMIK Akakom Yes..!
5.      Lalu pisahkan masing–masing karakter dari STMIK Akakom Yes..! dengan menggunakan break apart, yang dapat dilakukan dengan mengklik menu modify -> break apart, sehingga hasilnya akan terlihat seperti dibawah ini :
6.      Berikutnya masing-masing karakter diditribusikan menjadi layer terpisah dengan mengklik menu Modify -> Timeline -> Ditribute to Layer.
7.       Selanjutnya akan mengatur urutan munculnya karakter satu persatu, dengan jarak muncul masing-masing karakter adalah 3 frame, maka masing-masing karakter diatur posisinya pada frame dan layer masing-masing. Pertama karakter S dibiarkan berada pada frame 1, karakter T digeser ke frame 4 (drag ke frame 4), karakter M digeser ke frame 7 (drag ke frame 7)demikian seterusnya, maka masing-masing karakter digeser per 3 frame pada masing-masing layernya secara berurutan.
8.      Selanjutnya pada layer S, klik kanan pada frame 61.
9.      Lalu pilih menu Insert Frame, lalu diatur urutan hilangnya karakter satu persatu, dengan jarak hilang masing-masing karakter adalah 3 frame, maka masing-masing karakter diatur posisinya pada frame dan layer masing-masing. Misalnya karakter S dibiarkan insert frame pada frame 61 (langkah 8), karakter T di-insert frame pada frame 64, karakter M di-insert frame pada frame 67 dan seterusnya, sehingga masing-masing karakter di-insert frame per 3 frame pada masing-masing layer-nya secara berurutan.
10.  Jalankan dengan klik menu Control->Play.
3.      Animasi Teks dengan Time Line Effect
Pada praktikum ini, akan membuat sebuah animasi teks menggunakan fasilitas time line effect yang ada pada flash, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Membuat sebuah file dokumen flash yang baru, dengan ukuran 375 x 50 pixel, warna background seting menjadi coklat.

2.      Tuliskan teks : Laboratorium Terpadu.
3.      Dengan menggunakan icon Selection Tool , klik pada teks.
4.      Lalu klik menu Insert->Timeline Effect->Effect->Blur (mengabur),  kemudian seting parameter blur yang tersedia, seperti terlihat pada gambar berikut.
5.      Selain efek Blur (mengabur, masih ada efek yang lain yaitu : efek Drop Shadow (membayang), efek Ekspand (mebesar) dan efek Explode (Berserakan). 
D.    LATIHAN
Buatlah animasi teks menggunakan cara yang sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah Anda lakukan, lalu tuliskan langkah-langkahnya.
E.     TUGAS

Buatlah animasi teks menggunakan cara yang tidak sama dengan salah satu dari 3 praktek yang telah Anda lakukan, lalu tuliskan apa yang ingin anda kerjakan dan langkah-langkahnya.

Latihan adobe flash pemula

MODUL II ANIMASI TWEENED 1 A.     TUJUAN Pada modul 2, akan membuat animasi dengan teknik tweened , dengan tujuan : ·          Da...